Kapan Waktu Aqiqah yang Dianjurkan?
Setelah bayi lahir, orang tua biasanya mulai memikirkan berbagai persiapan, termasuk kapan aqiqah akan dilaksanakan. Menentukan harinya bukan sekadar memilih tanggal yang terasa nyaman, karena ada waktu yang secara khusus dianjurkan dalam pembahasan aqiqah.
Hari Ketujuh Menjadi Waktu Utama
Aqiqah disunnahkan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Dasarnya adalah hadis yang menyebutkan penyembelihan aqiqah pada hari ketujuh. Rumaysho menjelaskan bahwa hari ketujuh merupakan waktu yang disepakati sebagai waktu utama pelaksanaan aqiqah.
Karena itu, apabila keluarga memiliki kemampuan dan tidak ada kendala, pelaksanaan pada hari ketujuh merupakan pilihan yang paling utama.
Bagaimana Cara Menghitung Hari Ketujuh?
Cara menghitungnya perlu memperhatikan waktu kelahiran bayi.
Menurut penjelasan yang dikutip Rumaysho dari pembahasan fikih, apabila bayi lahir pada siang hari sebelum Maghrib, hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama. Jika bayi lahir pada malam hari, perhitungan dimulai dari hari berikutnya.
Sebagai contoh, apabila seorang bayi lahir pada Senin pagi, maka Senin menjadi hari pertama dan hari Minggu berikutnya merupakan hari ketujuh.
Bagaimana Jika Bayi Lahir pada Malam Hari?
Kelahiran pada malam hari membuat perhitungan sedikit berbeda. Hari kelahiran tersebut tidak dihitung sebagai hari pertama; hitungan dimulai pada hari berikutnya.
Contohnya, jika bayi lahir Senin malam, Selasa menjadi hari pertama. Dengan pola tersebut, hari ketujuh jatuh pada Senin berikutnya. Penjelasan seperti ini dibahas secara khusus oleh Rumaysho mengenai perhitungan hari ketujuh.
Apakah Aqiqah Harus Tepat Hari Ketujuh?
Hari ketujuh adalah waktu yang dianjurkan. Namun, dalam pembahasan para ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan sebelum atau setelah hari tersebut.
Rumaysho menjelaskan bahwa terdapat pendapat ulama yang membolehkan pelaksanaan setelah kelahiran, sedangkan waktu ketujuh tetap menjadi waktu yang disepakati sebagai waktu sunnah. Karena adanya perbedaan pendapat, pelaksanaan pada hari ketujuh menjadi pilihan yang lebih aman ketika memang memungkinkan.
Bagaimana Jika Belum Bisa Aqiqah pada Hari Ketujuh?
Kondisi keluarga tidak selalu sama. Bisa saja persiapan belum memungkinkan atau terdapat kendala tertentu sehingga aqiqah tidak terlaksana pada hari ketujuh.
Rumaysho membahas beberapa pendapat ulama mengenai pelaksanaan setelah hari ketujuh. Salah satu pendapat menyebut hari ke-14 dan ke-21 sebagai waktu berikutnya, sedangkan terdapat pula pendapat yang memberikan kelonggaran setelahnya.
Karena masalah ini memiliki rincian pendapat ulama, keluarga yang ingin mengikuti pendapat tertentu sebaiknya merujuk kepada ustaz atau ahli ilmu yang dipercaya.
Kapan Sebaiknya Mulai Menyiapkan Aqiqah?
Walaupun waktu pelaksanaan masih beberapa hari setelah kelahiran, persiapan sebaiknya tidak dilakukan mendadak.
Orang tua dapat mulai menentukan kebutuhan sejak awal, seperti jumlah hewan, jumlah makanan yang akan dibagikan, penerima hidangan, dan lokasi pelaksanaan. Dengan persiapan lebih awal, pelaksanaan pada tanggal yang direncanakan akan lebih mudah dilakukan.
Persiapan Aqiqah untuk Keluarga di Cikampek
Bagi keluarga yang berada di Cikampek dan sekitarnya, persiapan hidangan juga dapat dibicarakan sejak tanggal aqiqah sudah diperkirakan.
Dapur Aqiqah Cikampek dapat membantu keluarga membicarakan kebutuhan paket, jumlah hidangan, jadwal, dan pengantaran. Wilayah seperti Cikampek Utara, Cikampek Timur, Cikampek Barat, Dawuan, Kalihurip, dan Kamojing dapat dikonsultasikan sesuai ketersediaan layanan.
Kesimpulan
Hari ketujuh setelah kelahiran merupakan waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah. Perhitungan hari perlu memperhatikan waktu kelahiran, terutama jika bayi lahir pada malam hari.
Jika hari ketujuh belum dapat dilaksanakan, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai waktu setelahnya. Karena itu, keluarga dapat berkonsultasi kepada ahli ilmu yang dipercaya sekaligus mempersiapkan kebutuhan aqiqah dengan baik.



